Krisis spanyol
Krisis ekonomi yang terjadi di spanyol merupakan rangkaian dari krisis yang terjadi di Negara-negara eropa lainya, yakni Portugal, italia , yunani, kemudian berimbas sampai di spanyol ada beberapa factor penyebab krisis ekonomi spanyol seperti :
1. pertumbuhan ekonomi Spanyol mengalami penurunan, yakni dari 1,8 persen menjadi 1,3 persen pada tahun 2009-2010.1
2. Spanyol, yang memiliki defisit terbesar ketiga zona euro setelah Irlandia dan Yunani yakni sebesar 11, 2 persen tahun 2010.2
3. naiknya suku bunga Eropa meningkatkan pembayaran bagi mereka yang dituduh dengan kredit perumahan. 3
4. Selain itu saat ini ada satu juta rumah yang tidak terjual di pasar yang berarti baru dalam konstruksi selama bertahun-tahun.4
5. Disisi lain sektor perbankan tahun ini untuk pembiayaan kembali obligasi sampai dengan 5% dari PDB dan sampai 9% pada tahun 2012.5
Buruknya kondisi perekonomian yang dikhawatirkan akan mengikuti jejak Yunani, bahkan lebih parah dari Yunani mengingat kondisi perekonomian spanyol yang 4 kali lebih besar dari perekonomian Yunani membuat eropa dan IMF harus turun tangan , belum lagi mengingat standard an poor’s (S&P) telah menurunkan peringkat hutang jangka panjang spanyol dari grade AAA/AA+ menjadi AA,6 yang berarti kondisi perekonomian spanyol beresiko mengalami krisis dan membutuhkan bantuan. Tak hanya itu S&P juga menyatakan outlook Spanyol negatif, mengindikasikan kemungkinan penurunan lanjutan bila kondisi anggaran semakin memburuk. Spanyol merupakan negara dengan defisit ketiga terbesar setelah Irlandia dan Yunani.
selain itu menurut S&P, Spanyol diperkirakan akan mengalami periode pertumbuhan rendah yang lama, yang semakin menekan anggarannya. Lembaga itu memproyeksikan PDB Spanyol hanya akan tumbuh 0,7% pada 2010-2016.
selain itu menurut S&P, Spanyol diperkirakan akan mengalami periode pertumbuhan rendah yang lama, yang semakin menekan anggarannya. Lembaga itu memproyeksikan PDB Spanyol hanya akan tumbuh 0,7% pada 2010-2016.
Krisis di spanyol telah merubah pola hidup masyarakat spanyol yang diakibatkab oleh adanya pengematan yang dilakukan oleh pemerintah spanyol untuk meminimalisir efek dari krisis di negri Matador ini.
Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemrintah seperti Pemerintah Spanyol mengumumkan pemotongan senilai 15 miliar euro selama dua tahun dalam sebuah upaya baru untuk menopang keuangan Spanyol yang dikhawatirkan akan mengikuti jejak Yunani, pemotongan lima persen untuk membayar pekerja sektor publik mulai Juni 2010, pembekuan pada pensiun negara dan membekukan upah dari 2011, Spanyol juga menjadi sangat energi sadar dan hijau sebagai akibat dari krisis (yang terjadi menjadi efek yang positif keluar dari krisis),rumah tangga Spanyol baru-baru ini dialihkan ke lampu hemat energi lebih banyak, misalnya, dan pemerintah berusaha untuk mengurangi emisi kendaraan bermotor dengan memotong biaya transportasi umum dan membuatnya lebih akomodatif kepada masyarakat.
Sebelumnya pemerintah spanyol telah melalui Departemen Keuangan Spanyol menerbitkan obligasi bernilai 4,359 miliar euro (5,4 miliar dollar) dalam surat utang berjangka 12 bulan dengan yield (imbal hasil) sebesar 1,69 persen dan 2,076 miliar euro dalam surat utang berjangka 18 bulan dengan imbal hasil 2,05 persen, Spanyol sengaja menawarkan suku bunga yang lebih tinggi untuk menarik investor karena investor semakin khawatir tentang keuangan publik di negara itu.
Ada beberapa efek politis setelah pemerintah menerapkan pembkuan gaji dan dana pensiun untuk para pekerja atau pegewai negeri di spanyol, serta adanya kenakan usia pensiun menjadi 65 sampai 67, 5 atahun di spanyol, berbagai kerusuhan sosial akibat protes di Madrid telah terjadi karena pemerintah pada dasarnya memotong tunjangan bagi generasi berikutnya dari orang tua.
Bahkan parahnya lagi menurut salah satu sumber, harian El pesse atangal 7 ,aret 2011 Maddrid, Spanyol telah mengalami guncangan dasyat sejak krisis ekonomi, bahkan lebih buruk daripada yang terjadi di Amerika Serikat. Tingkat pengangguran telah melonjak hingga 20%, dua kali lipat tingkat alamiah pengangguran (yang terjadi setara dengan tingkat pengangguran saat AS di bawah krisis). dan diberbagai tempat di madrid kita bisa melihat efek dari krisis: orang-orang mengemis di jalan, memohon uluran tangan.
Meskipun demikian pemerintah spanyol tetap konsisten mengenai keputusan penghematan, untuk menghindari krisis yang lebih akut dan dampak krisis yang diperkirakan akan menular ke negara zona euro lainnya.
Adanya reformasi baru-baru ini di pasar tenaga kerja, di pensiun, keuangan publik dan sistem perbankan akan memungkinkan Spanyol untuk mengatasi kesulitan. Tidak ada keraguan bahwa Spanyol berada dalam kondisi yang lebih baik daripada negara-negara eropa lain yang terkena krisis meskipun tidak begitu yakin spanyol akan menghindari permintaan bantuan Eropa. Pemerintah Spanyol memprediksi pertumbuhan 1,3% tahun ini, 2,3% pada 2012 dan 2,4% pada 2013, dengan ekspor utama pembangunan. Namun sektor ekspor relatif kecil dan 9% dari ekspor Spanyol adalah di Portugal, yang bukan pasar yang paling menjanjikan saat ini. Perkiraan Bank Sentral Spanyol berbeda. Bank menyediakan pertumbuhan 0,8% untuk tahun ini dan 1,5% pada tahun 2012. Bahkan perkiraan ini terlihat tinggi: ekonom titik Independen untuk pertumbuhan 0,6% tahun ini dan 1,2% untuk 2012 dan 2013. Selain itu, Citigroup memperkirakan sebuah "pembangunan mendekati nol Yang dekat pembangunan untuk nol akan membuatnya sangat sulit bagi Spanyol untuk mengurangi defisit dari 11% pada 2009 menjadi 6% tahun ini.
Catatan kaki
1. http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=52908 diakses tanggal 1 mei 2011 pukul 15.00
2. Ibid
3. http://orion.jigsy.com/entries/mundane/spains-economic-crisis diakses tanggal 1 mei 2011 15.10
4. Ibid
5. Ibid
6. http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=52908 diakses tanggal 1 mei 2011
Daftar pustaka